| Subcribe via RSS

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

HADITS-HADITS DHA’IF DAN MAUDHU YANG BANYAK BEREDAR PADA BULAN RAMADHAN

Minggu, 22 Agustus 2010 | No Comments | Posted in

hadits dhaif dan maudhu
Oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Hadits Pertama:
Tentang Ganjaran Orang Yang Melaksanakan Ibadah Puasa dan Shalat Tarawih
Dari Nadhr bin Syaiban, ia mengatakan,’Aku pernah bertemu dengan Abu Salamah bin Abdurrahman rahimahullah, aku mengatakan kepadanya,’ Ceritakan kepadaku sebuah hadits yang pernah engkau dengar dari bapakmu (maksudnya Abdurrahman bin Auf) tentang Ramadhan.’ Ia mengatakan,’Ya, bapakku (maksudnya Abdurrahman bin Auf) pernah menceritakan kepadaku bahwa Rasulullah pernah menyebut bulan Ramadhan lalu bersabda, ’ Bulan yang Alloh telah mewajibkan atas kalian puasanya dan aku menyunnahkan buat kalian shalat malamnya. Maka barangsiapa berpuasa dan melaksanakan shalat malam dengan dasar iman dan mengharapkan ganjaran dari Alloh, niscaya dia akan keluar dari dosa-dosanya sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibunya. (HR. Ibnu Majah,no.1328 dan Ibnu Khuzaimah no.2201 lewat jalur periwayatan Nadhr bin Syaiban).
Sanad hadits ini lemah, karena Nadhr bin Syaiban itu layyinul hadits (orang yang haditsnya lemah), sebagaimana dikatakan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Taqrib beliau.
Ibnu Khuzaimah juga telah menilai hadits ini lemah dan beliau mengatakan bahwa hadits yang sah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.


Hadits yang beliau maksudkan yaitu hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dan ulama hadits lainnya lewat jalur Abu Hurairah. Rasulullah bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang shalat (qiyam Ramadhan atau Tarawih) dengan dasar iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu.”

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

TUGAS MUKMIN DI BULAN RAMADHAN

Selasa, 17 Agustus 2010 | No Comments | Posted in

Oleh: Syaikh Ali Hasan*)

Pada bulan Ramadhân, seorang Mukmin mempunyai beberapa tugas syar’i. Tugas-tugas ini sudah dijelaskan oleh Rasûlulloh Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam melalui sunnah qauliyah (perkataan) beliau, juga praktek-praktek beliau Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam. Karena bulan Ramadhân merupakan musim kebaikan. Nikmat-nikmat Alloh Azza wa Jalla yang dianugerahkan kepada para hamba pada bulan ini lebih banyak dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain.1)
Tugas-tugas ini mencakup banyak persoalan hukum syar’i, yang meliputi seluruh amalan selama satu bulan yang penuh dengan amal kebaikan dan ketakwaan.
Pertama, Shiyam (Puasa).
Secara umum, shiyam memiliki keutamaan yang besar. Rasûlulloh Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rohimahulloh,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّياَمَ هُوَلِي وَأَناَ أَجْزِي بِهِ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلْفَةُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَاللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ
Semua amal perbuatan bani Adam adalah kepunyaa bani Adam sendiri, kecuali puasa. Puasa itu kepunyaan-Ku, dan Aku yang akan memberikan balasan. Maka, demi Dzat yang nyawa Muhammad ada ditangan-Nya, sungguh disisi Alloh, aroma mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih harum daripada minyak kasturi.

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

BEBERAPA KESALAHAN SEPUTAR LAILATUL QADAR

lailatul qadar
Syaikh Masyhur Hasan

Lailatul Qadar adalah amalan yang sangat agung dalam hati kaum mukminin. Malam yang sangat ditunggu kehadirannya demi menambah bekal menghadap Ilahi. Sehingga seakan tidak masuk akal, ada sebagian kaum muslimin yang sengaja melakukan kesalahan-kesalahan di malam itu.  Namun kenapa kekeliruan-kekeliruan itu sering dan terjadi dan berulang? Tuduhan sengaja pasti ditampik oleh para pelaku. Lalu kenapa? Faktor ketidaktauan serta semangat yang tidak terarah sering menjadi pemicunya.
Oleh karenanya, kami sajikan sebuah karya tulis berisi beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh sebagian kaum muslimin berkaitan dengan Lailatul Qadar. Makalah ini, kami terjemahkan dari Al-Ashaalah, Edisi 3/15 Sya’ban 1413H hlm.76-78. Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kami serta segenap kaum muslimin (Redaksi)
Banyak kesalahan-kesalahan dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam masalah puasa dan shalat tarawih; baik dalam masalah keyakinan, hukum atau praktek. Diantara kesalahan ini, ada yang khusus berkaitan dengan lailatul qadar. Kesalahan ini kami bagi menjadi dua bagian.

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

MALAM LAILATUL QADAR

Senin, 16 Agustus 2010 | No Comments | Posted in

malam lailatul qadar
Keutamaannya sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al-Qur’an Al Karim, yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulai dan abadi. Umat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini, akan tetapi mereka berlomba-lomba untuk bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengahrap pahala dari Alloh.
Inilah wahai saudaraku muslim, ayat-ayat Qur’aniyah dan hadits-hadits nabawiyah yang shahih menjelaskan tentang malam tersebut.
1.      Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu  bulan, Alloh berfirman:
إنآ أنزلناه في ليلة القدر ومآ أدراك ما ليلة القدر ليلة القدر خير من ألف شهر تنزل الملائكة والروح فيها بإذن ربهم من كل أمر سلام هي حتى مطلع الفجر
“Sesungguhnya Kami menurunkan Al Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Alloh Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar.” (QS. Al Qadr:1-5)
Dan pada malam itu dijelaskna segala urusan nan penuh hikmah:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Ad Dukhan:3-6)


Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

ALLOH MENGHENDAKI KEMUDAHAN DAN TIDAK MENGHENDAKI KESUKARAN BAGI ORANG BERPUASA

kemudahan puasa
1.      Musafir
Banyak hadits shahih membolehkan musafir untuk tidak puasa, kita tidak lupa bahwa rahmat ini disebutkan di tengah-tengah kitab-Nya yang Mulia, Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang berfirman :
“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari yang lain. Alloh menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al Baqarah:185)
Hamzah bin Amr Al Aslami bertanya kepada Rasulullah:”Apakah boleh aku berpuasa dalam safar?”-dia banyak melakukan safar-maka Rasulullah bersabda:
“Berpuasalah jika kamu mau dan berbukalah jika kamu mau.” (1)
Dari Anas bin Malik berkata:”Aku pernah melakukan safar bersama Rasulullah di bulan Ramadhan, orang yang puasa tidak mencela yang berbuka dan yang berbuka tidak mencela yang berpuasa.” (2)
Hadits-hadits ini menunjukkan bolehnya memilih, tidak menentukan mana yang afdhal, namun mungkin kita (bisa) menyatakan bahwa yang afdhal adalah berbuka berdasarkan hadits-hadits yang umum, seperti sabda Rasulullah:
إن الله يحب أن تؤتى رخصته كما يكره أن تؤتى معصيته
“Sesungguhnya Alloh menyukai didatanginya rukhshah-rukhshah-Nya, sebagaimana Dia membenci orang yang melakukan maksiat.” (3)
Dalam riwayat lain:
كما يحب أن تؤ تى عزائمه
“Sebagaimana Alloh menyukai diamalkannya perkara-perkara yang diwajibkan.” (4)

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

RASÛLULLOH DI BULAN RAMADHAN

Minggu, 15 Agustus 2010 | No Comments | Posted in

bulan ramadhan
Oleh: Syaikh Musa Alu Nashr

Kemuliaannya diabadikan dalam al-Qur’ân dan melalui untaian sabda Rasûlulloh Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam, Alloh Azza wa Jalla menjadikannya sarat dengan kebaikan, mulai dari awal Ramadhan sampai akhir. Alloh Azza wa Jalla berfirman:
شهر رمضان الذى أنزل فيه القرءان هدى للناس وبينت من الهدى والفرقان      
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhân, bula yang didalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’ân sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS. al-Baqarah [2]: 185)
Jiwa yang terpenuhi dengan keimanan tentu akan mempersiapkan diri untuk meraih keutamaan serta keberkahan yang ada didalamnya.

Pada bulan ini, Alloh Azza wa Jalla menurunkan al-Qur’ân. Seandainya bulan Ramadhân tidak memiliki keutamaan lain selain turunnya al-Qur’ân padanya, maka itu sudah lebih dari cukup. Lalu bagaimana bila ditambah lagi dengan berbagai keutamaan lainnya, seperti pengampunan dosa, peninggian derajat kaum Mukminin, pahala semua kebaikan dilipatgandakan, dan pada setiap malam Ramadhân, Alloh Azza wa Jalla membebaskan banyak jiwa dari api neraka.

Pada bulan mulia ini, pintu-pintu surga dibuka lebar dan pintu-pintu neraka ditutup rapat, setan-setan juga dibelenggu. Pada bulan ini juga ada dua malaikat yang turun berseru, “Wahai para pencari kebaikan, sambutlah ! Wahai para pelaku kejelekan, berhentilah !”
Pada bulan Ramadhân, terdapat satu malam yang lebih utama dari seribu bulan. Orang yang tidak mendapatkannya berarti dia terhalang dari kebaikan yang sangat banyak.

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

PERKARA-PERKARA YANG MERUSAK PUASA

Sabtu, 14 Agustus 2010 | No Comments | Posted in

pembatal puasa
Banyak perbuatan yang harus dijauhi oleh orang yang puasa, karena kalau perbuatan ini dilakukan pada siang hari bulan Ramadhan akan merusak puasanya dan akan berlipat dosanya. Perkara-perkara tersebut adalah:
1.      Makan dan Minum Dengan Sengaja
Alloh Ta’ala berfirman :
وكلوا واشربوا حتى يتـبين لكم الخيط الأ بيض من الخيط الأسود من الفجر ثم أتموا الصيام إلى اليل
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu samapi (datang) malam.” (QS. Al Baqarah:187)
Di fahami bahwa puasa itu (mencegah) dari makan dan minum, jika makan dan minum berarti telah berbuka, kemudian dikhususkan kalau sengaja, karena jika orang yang puasa melakukannya karena lupa, salah atau dipaksa, maka tidak membatalkan puasanya. Masalah ini berdasarkan dalil-dalil:
Rasulullah bersabda:
إذانسي فأ كل وشرب فلـيتم صومه فإ نما أطعمه الله وسقاه
Jika lupa hingga makan dan minum, hendaklah menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Alloh yang memberinya makan dan minum.” (1)
Rasulullah bersabda:
إن الله وضع عن أمتي الخطأ والنـسيان ومااستكر هوا عليه
“Alloh meletakkan (tidak menghukum) umatku karena salah atau lupa dan karena dipaksa.” (2)

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

HAL YANG BOLEH DILAKUKAN ORANG YANG BERPUASA

Hal Yang Boleh Saat Puasa
Seorang hamba yang taat serta paham Al Qur’an dan Sunnah tidak akan ragu bahwa Alloh menginginkan kemudahan bagi hamba-Nya dan tidak menginginkan kesulitan. Alloh dan Rasul-Nya telah membolehkan beberapa hal bagi orang yang puasa, dan tidak menganggapnya sesuatu kesalahan jika mengamalkannya. Inilah perbuatan-perbuatan tersebut beserta dalil-dalilnya:
1.      Memasuki Waktu Subuh Dalam Keadaan Junub
Di antara perbuatannya (Rasulullah) adalah  masuk fajar dalam keadaan junub karena jima’ dengan isterinya, beliau mandi setelah fajar kemudian shalat.
Dari Aisyah dan Ummu Salamah :
أن النبي كان يدركه الفجر وهو جنب من أهله ثم يغتسل ويصوم
“Sesungguhnya Nabi memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan istrinya, kemudian ia mandi dan berpuasa.” (1)
2.      Bersiwak
Rasulullah bersabda:
لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كل وضوء
“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak setiap kali wudhu.” (2)
Rasulullah tidak mengkhususkan bersiwak untuk orang yang puasa ataupun yang lainnya, hal ini sebagai dalil bahwa bersiwak itu diperuntukkan bagi orang yang puasa dan selainnya ketika wudhu dan shalat. (3)
Demikian pula hal ini umum di seluruh waktu sebelum zawal (tergelincir matahari) atau setelahnya. Wallahu a’lam.

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

BERBUKA ORANG YANG PUASA

Kamis, 12 Agustus 2010 | No Comments | Posted in

makanan buka puasa
Syaikh Salim bin Ied Al Hilali
Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid

1.      Kapan Orang Yang Puasa Berbuka?
      Alloh Ta’ala berfirman :
ثم أتموا الصيام إلى اليل     
      “Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam.” (QS. Al-Baqarah :187)
Rasulullah menafsirkan dengan datangnya malam dan perginya siang serta sembunyinya bundaran matahari. Kami telah membawakan (penjelasan ini pada pembahasan telah lalu) agar menjadi tenang hati seorang muslim yang mengikuti sunnatul huda.
Wahai hamba Alloh, inilah perkataan-perkataan Rasulullah ada dihadapanmu dapatlah engkau membacanya, dan keadaannya yang sudah jelas dan telah engkau ketahui, serta perbuatan para sahabatnya telah kau lihat, mereka telah mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah.
Syaikh Abdur Razaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf (7591) dengan sanad yang di shahihkan oleh al Hafidz dalam Fathul Bari (4/199) dan al Haitsami dalam Majma’ Zawaid (3/154) dari Amr bin Maimun Al Audi:
Para sahabat Muhammad adalah orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur.”

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

ADAB-ADAB SEPUTAR PUASA DAN IDUL FITRI

Selasa, 10 Agustus 2010 | No Comments | Posted in

adab ramadhan dan idul fitri
Muntaqa al-Adab asy-Syar’iyyah, Karya: Majid bin Su’ud Alu ‘Ausyin
Diterjemahkan oleh: Abu Ahmad Fuad Hamzah Baraba,Lc

1.      Seorang muslim berpuasa karena mengharap wajah Alloh Ta’ala, dengan penuh keimanan dan mengharap pahala. Nabi bersabda:
من صام  رمضان إيمان واحتسابا غفرله ما تقدم من ذنبه
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni apa yang telah lampau dari dosanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
2.      Berniat  untuk berpuasa pada malam harinya, sebagaimana sabda Nabi :
من لم يبيت الصيام من الليل فلا صيام له
“Barangsiapa yang tidak meniatkan puasa dari malam harinya, maka tidak ada puasa baginya. (HR. Ahmad, Abu Dawud, An Nasaai dan Ibnu Majah)
3.      Tidak menganggap remeh makan sahur, Nabi bersabda:
السحور أكله بركة, فلاتدعوه ولوأن يجرع أحدكم جرعة من ماء, فإ ن الله وملا ئكته يصلون على المتسحريـن                                                                                               
“Sahur itu makanan yang barakah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Alloh dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.” (HR. Ahmad dengan sanad hasan)
Dan diantara keutamaan sahur sebagaimana sabda Nabi :
فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحر
Pembeda antara puasa kita (kaum muslimin) dengan puasa ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah makan sahur.” (HR. Muslim)
      Dan sahur itu lebih utama untuk diakhirkan.
4.      Bersahur dengan buah kurma, sebagaimana sabda Nabi :
نعم سحور المؤمن التمر
“Sebaik-baik sahurnya mukmin dengan buah kurma.” (HR. Abu Dawud, dll)

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

LARANGAN-LARANGAN SEPUTAR PUASA (SHAUM)

Minggu, 08 Agustus 2010 | No Comments | Posted in

larangan seputar puasa ramadhan
Oleh : Abdul Muhsin

Berikut kami paparkan beberapa larangan yang berkaitan dengan ibadah puasa di bulan Ramadhan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah. Yang dirangkum dari kitab Mausu’ah al-Manahi asy-Syar’iyyah, karya Syaikh Salim al-Hilali.
I.        LARANGAN BERPUASA SEBELUM MELIHAT HILAL
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma, Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda:
لاتصوموا حتى تروا الهلال ولاتفطروا حتى تروه، فإن غم عليكم فأقدرواله.
“Janganlah kalian berpuasa (ramadhan) sampai kalian melihat hilal, dan jangnlah kalian berbuka (berhari raya) sampai kalian meliaht hilal, jika awan menutupi hilal maka sempurnakanlah bulan (menjadi 30 hari)”.(HR.Al-Bukhari dan Muslim)

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

SAHURNYA ORANG BERPUASA

Sabtu, 07 Agustus 2010 | No Comments | Posted in ,

sahur puasa
HIKMAH SAHUR
Alloh mewajibkan puasa kepada kita sebagaimana telah mewajibkannya kepada orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab. Alloh berfirman :
ياأايها الذين ءامنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون                                                                           
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS.Al-Baqarah :183)
Waktu dan hukumnya pun sesuai dengan apa yang diwajibkan pada Ahlul Kitab, yakni tidak boleh makan dan minum dan menikah (jima’) setelah tidur. Yaitu jika salah seorang dari mereka tidur, tidak boleh makan hingga malam selanjutnya, demikian pula diwajibkan atas kaum muslimin sebagaimana telah kami terangkan dimuka (1) karena dihapus hukum tersebut. Rasulullah menyuruh makan sahur sebagai pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab.
Dari Amr bin ‘Ash, Rosulullah bersabda:
فصل ما بـيـن صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحر
“Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur.” (2)

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

BID'AH BID'AH DI BULAN RAMADHAN

Jumat, 06 Agustus 2010 | No Comments | Posted in

bid'ah dalam Ramadhan
Oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

Bulan ramadhan adalah bulan yang sangat mulia, hanya saja-sebagaimana ibadah-ibadah lainnya-, ia telah tercampur oleh beberapa ritual bid’ah yang tidak ada dasarnya dalam agama. Berikut ini kami sampaikan beberapa bid’ah yang biasa dilakukan oleh kebanyakan manusia. Semoga Alloh menyelamatkan kita darinya. Di antaranya adalah hal-hal sebagai berikut (1) :

1. Melafadzkan Niat Puasa Di Malam Hari
Tidak diragukan lagi bahwa niat merupakan syarat sahnya ibadah dengan kesepakatan ulama.(2) Hanya saja perlu diketahui bahwa niat tempatnya adalah di dalam hati, barangsiapa yang terlintas di dalam hatinya bahwa dia besok akan puasa maka sudah berarti dia telah berniat. Adapun melafadzkan niat puasa di malam hari baik dengan berjamaah maupun sendiri-sendiri dengan mengucapkan (artinya) :
Aku berniat puasa besok untuk melaksanakan fardhu puasa Ramadhan pada tahun ini karena Alloh Ta’ala
Bacaan ini sangat masyhur di masyarakat kita,bahkan acapa kali di ucapkan secara berjama’ah di masjid setelah shalat tarawih. Ritual ini tidak ada asalnya sama sekali dalam kitab-kitab hadits, bahkan termasuk kebid’ahan dalam agama sekalipun manusia menganggapnya sebagai kebaikan (3).

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

FIDYAH DAN KAFFAROH PUASA

Rabu, 04 Agustus 2010 | No Comments | Posted in ,

Fidyah puasa
Kita sering mendengar istilah fidyah, kaffaroh, tebusan ,dam dan yang semacamnya. namun, secara rinci kita banyak mendapatkan kendala dalam memahami maksud dan hukum-hukum yang berkaitan dengan istilah-istilah tersebut

Dalam kesempatan ini kita akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan fidyah; definisi, pembagian, macam-macam, hukum, dan yang lainnya, khususnya yang berkaitan dengan ibadah puasa.

Ayat yang pertama kali turun berkaitan dengan ibadah puasa di bulan Romadhon adalah firman Alloh Azza wa Jalla:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu kamu berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebaikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. “ (QS. al-Baqarah [2]: 183-184)

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

BERDASAR HISAB ATAUKAH RU'YAH ?

Ru'yah Hilal
Oleh: Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as Sidawi

Sungguh, kaum muslimin sangat resah ketika mereka harus mengawali ibadah puasa Ramadhon atau berhari raya di hari yang berbeda dengan saudaranya. Terlebih bulan Ramadhan dan Syawal adalah saat yang tepat bagi kaum muslimin untuk menyatukan hati. Shalat tarawih berjama’ah,zakat fitrah, halaqoh-halaqoh kajian, shlat Idul Fitri di lapangan akan semakin bermakna jika dikerjakan secara bersamaan.

Perbedaan penentuan tanggal satu hijriah adalah polemic yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Sekalipun sudah banyak tokoh mencoba menghibur kaum muslmin bahwa perbedaan itu merupakan rahmat (1), namun kenyataannya di lapangan timbul kepiluan missal yang mengarah kepada perpecahan (2).

Bila kita telusuri, ternyata salah satu sumbernya adalah perbedaan cara penentuan awal bulan di kalangan ormas-ormas Islam. Sebagian berdasar ru’yah (melihat hilal) dan sebagian lagi bersandarkan hisab (ilmu hitung posisi bulan).