Muntaqa al-Adab asy-Syar’iyyah, Karya: Majid bin Su’ud Alu ‘Ausyin
Diterjemahkan oleh: Abu Ahmad Fuad Hamzah Baraba,Lc
1. Seorang muslim berpuasa karena mengharap wajah Alloh Ta’ala, dengan penuh keimanan dan mengharap pahala. Nabi bersabda:
من صام رمضان إيمان واحتسابا غفرله ما تقدم من ذنبه
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni apa yang telah lampau dari dosanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
2. Berniat untuk berpuasa pada malam harinya, sebagaimana sabda Nabi :
من لم يبيت الصيام من الليل فلا صيام له
“Barangsiapa yang tidak meniatkan puasa dari malam harinya, maka tidak ada puasa baginya. (HR. Ahmad, Abu Dawud, An Nasaai dan Ibnu Majah)
3. Tidak menganggap remeh makan sahur, Nabi bersabda:
السحور أكله بركة, فلاتدعوه ولوأن يجرع أحدكم جرعة من ماء, فإ ن الله وملا ئكته يصلون على المتسحريـن
“Sahur itu makanan yang barakah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Alloh dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.” (HR. Ahmad dengan sanad hasan)
Dan diantara keutamaan sahur sebagaimana sabda Nabi :
فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحر
“Pembeda antara puasa kita (kaum muslimin) dengan puasa ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah makan sahur.” (HR. Muslim)
Dan sahur itu lebih utama untuk diakhirkan.
4. Bersahur dengan buah kurma, sebagaimana sabda Nabi :
نعم سحور المؤمن التمر
“Sebaik-baik sahurnya mukmin dengan buah kurma.” (HR. Abu Dawud, dll)