| Subcribe via RSS

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label TAZKIYATUN NUFUS. Tampilkan semua postingan

JANGAN SOMBONG

Senin, 23 Agustus 2010 | 1 Comment | Posted in

sombong
Oleh: Abu Abdillah al-Atsari
Sombong merupakan perangai tercela menurut dien, fithrah, dan akal. Orang sombong dibenci oleh Alloh dan manusia. Tidak ada yang berhak sombong kecuali Alloh semata. Dialah Pencipta dari alam semesta ini. Sebaliknya, manusia adalah makhluk yang lemah, maka pantaskah makhluk yang lemah bermegah-megahan dan sombong dihadapan penguasa langit dan bumi?? Namun realita yang ada, masih banyak manusia yang terbuai mimpi, tidak menyadari hakikat akan dirinya. Dia sombong dan angkuh untuk menerima kebenaran, meremehkan manusia, memandang dirinya maha sempurna segala-galanya. Semoga pembahasan kali ini dapat menyadarkan kita semua akan tercelanya sifat sombong. Alloh Muwaffiq.
Definisi Sombong
Sombong, sebagaimana disinyalir dalam sebuah hadits,
Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim, 91)
Berkata al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali Rohimahulloh tatkala mengomentari hadits di atas, “Orang sombong adalah orang yang memandang dirinya sempurna segala-galanya. Dia memandang rendah orang lain, meremehkan, dan menganggap orang lain tidak pantas mengerjakan suatu urusan, sombong menerima kebenaran jika datang dari orang lain.” (Jami’ul Ulum Wal Hikam 2/275)

Browse > Home / Tampilkan postingan dengan label TAZKIYATUN NUFUS. Tampilkan semua postingan

QONA'AH RESEP MENGGAPAI HIDUP BAHAGIA

Rabu, 11 Agustus 2010 | No Comments | Posted in

Qana'ah
Oleh : Abu Abdillah Syahrul Fatwa as-Salim

Makna Dan Hakekat Qona’ah
Imam Ibnu Faris Rohimahulloh mengatakan: “huruf Qoof, Nun, dan ‘Ain mempunyai dua makna yang shohih. Salah satu maknanya adalah menunjukkan penerimaan atas sesuatu. Sedangkan makna yang lain adalah menunjukkan sesuatu yang melingkar.” (Mu’jam maqoyis al-Lughoh hal. 835)
Ibnu Sunni Rohimahulloh berkata:  Qona’ah adalah ridho terhadap pemberian.” (al-Qona’ah hal. 40)
Imam Roghib al-Ashfahani Rohimahulloh mengatakan: “Qona’ah adalah merasa cukup dengan sesuatu yang sedikit dari sesuatu yang dibutuhkan.” (al-Mufrodaat Fi Ghoriib al-Qur’an hal. 414)
Imam Ali al-Jurjani Rohimahulloh berkata: “Qona’ah secara bahasa maknanya ridho terhadap pemberian. Ada yang mengatakan bahwa qona’ah  adalah mencukupkan diri, tidak meminta.” (at-Ta’riifaat hal. 179)
Imam Ibnu Hazm Rohimahulloh mengatakan: “Qona’ah adalah sifat yang utama, tersusun dari sifat dermawan dan adil.” (Mudawatun Nufus hal. 145)
Dapat kita simpulkan bahwa qona’ah adalah engkau ridho dan menerima pemberian Alloh Azza wa Jalla kepadamu dalam kehidupan dunia ini, baik sedikit atau banyak. Engkau menyerahkan urusanmu kepada Robb-mu. Engkau mengetahui dengan yakin bahwa Alloh Azza wa Jalla lebih tahu, lebih penyayang terhadapmu daripada dirimu sendiri. (al-Qona’ah  hal. 18, Abdulloh bin Ibrohim Dawud).